Rumah Mewah Mansion Berhantu


Meskipun harga rumah sangat mahal di pusat kota Beijing, China, namun ada rumah mewah mansion yang megah terlantar dan tidak berpenghuni. Bangunan bergaya Baroque yang dikenal dengan Chaonei No 81 berada di pusat kota Beijing, dulunya rumah tinggal kemudian dijadikan gereja. Saat ini, tidak ada yang berani mendekati, konon ada hantu yang menghuninya karena bangunan tersebut terlantar selama puluhan tahun.

rumah bergaya mansion berhantu

Kisah seram rumah mewah mansion bergaya Baroque Chaonei No 81 konon berawal dari tahun 1949, saat kaum komunis mengalahkan kelompok nasionalis dalam perang saudara. Pejabat nasionalis dari Partai Kuomintang, sang pemilik rumah mansion tersebut lari ke Taiwan, meninggalkan wanitanya. Akhirnya wanita tersebut sakit hati dan merasa ditelantarkan itu gantung diri di langit-langit rumah. Menurut penduduk setempat, arwahnya ditolak langit, dan menjadi hantu di rumah itu.

Mitos Hantu Rumah Mansion

 

Isu ada hantu arwah perempuan rumah mansion itu disangkal oleh pihak keuskupan dan kepolisian setempat. Diduga, kisah hantu atau kaitan rumah itu dengan kematian, yang membuatnya terlantar. Apalagi, takhayul begitu meresap dalam kebudayaan masyarakat Cina. Misalnya terkait angka 4 yang lafalnya mirip kata ‘mati’.

“Ditilik dari sejarahnya, tak pernah ada pejabat Kuomintang yang pernah tinggal di sana,” kata Shi Hongxi, Sekjen Chinese Patriotic Catholic Association. “Kisah bahwa rumah itu berhantu hanya mitos.”

Shi Hongxi menambahkan, rumah mansion tersebut juga bangunan lain di properti itu dibangun pada 1910 sebagai pusat pelatihan bahasa untuk para misionaris. Namanya North China Union Language School. Tahun 1930, nama sekolah itu diganti jadi California College, dan tak hanya misionaris, para diplomat dan pebisnis juga belajar bahasa di sana. Salah satunya lulusannya adalah sejarawan China dan dosen Harvard terkemuka, John K. Fairbank.

Namun, sejarawan lain tak sepakat dengan penjelasan Shi. Mereka mengatakan, California College berada di tempat lain di Beijing. Chaonei No 81 dibangun sebagai rumah tunggal manajer asal Prancis yang ditugaskan membangun rel kereta dari Beijing ke Hankou di Provinsi Hubei. Saat komunis mengambil alih, bangunan tersebut ditempati misionaris dari Irish Presbyterian Mission. Itu mengapa bangunan itu kini berada dalam kepemilikan keuskupan pada tahun 1990-an.

Dengan kondisinya yang memprihatinkan saat ini, dengan jaring laba-laba dari lantai ke langit-langit, lantai yang rusak dan copot, Chaonei No 81 diwarnai kisah menyeramkan. Orang sudah mengira rumah itu berhantu, tak ada yang berani datang sendiri.  Bahkan konon pasukan Tentara Merah yang tinggal di sana selama Revolusi Kebudayaan ketakutan dan pergi. Pemerintah China mencoba menghancurkan bangunan itu, namun batal, karena sejumlah pekerja menghilang secara misterius.

Rumah itu sekarang masuk daftar bangunan bersejarah , sehingga tidak dapat dihancurkan. Tapi tidak ada yang dilakukan untuk melestarikannya. Tak ada program untuk melakukan sesuatu dengan bangunan yang diabaikan itu ungkap pastur Liu Zhentian dari Keuskupan Katolik Beijing, pihak pemilik properti. Pejabat gereja memperkirakan, dana lebih dari $ 1,5 juta atau Rp 17 miliar dibutuhkan untuk merenovasi tempat itu. Tapi tak ada penyewa yang berminat.

Apapun kebenarannya, sayang sekali rumah mansion indah itu kini terlantar. Atau paling-paling hanya nampang sebagai latar belakang film jadul. “Hanya ada sedikit bangunan tua yang tersisa. Seharusnya ada yang dilakukan pada mansion itu. Sangat menyedihkan,” kata Fu Qian, seorang seniman.

(sumber: news.liputan6.com)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *