Tips Memiliki Rumah Kayu


Masyarakat Indonesia sudah memilih kayu sebagai tempat bernaung. Namun, di era modern ini, tren rumah kayu kembali muncul, setidaknya sejak 1997. Tren ini kembali muncul, karena rumah berbahan kayu sangat nyaman dan hangat untuk dihuni.

Pilihan Rumah Kayu

Pilihan Rumah Kayu

Ada dua jenis pilihan rumah kayu yang bisa Anda hadirkan yaitu modern dan tradisional. Modern wooden house adalah rumah yang dirancang dengan teknik sistem bongkar pasang. Sementara untuk rumah tradisional Manado, biasanya bahan didatangkan dari tempat pembuatan, Minahasa, kemudian di-setting dan dirakit di Jakarta. Setelah itu, baru dibawa ke lokasi.

Jika Anda menginginkan rumah kayu, maka Anda perlu melakukan perawatan yang beda karena ada beberapa Prinsip Membuat Rumah Kayu. Berikut diantaranya :

  • Harus lebih memerhatikan pemilihan material di awal pembuatannya, sehingga ketahanan bahan kayu dapat dipertahankan lebih lama.
  • Lebih baik dipilih cat melamin sehingga tetap dapat menonjolkan serat kayu alaminya.
  • Harus dimulai dengan gambar awal konsep desainnya, agar bentuknya dapat sesuai dengan tema arsitektur yang diinginkan, termasuk fungsi dan estetikanya pun menjadi prioritas utama.

Untuk sebuah rumah kayu yang cantik dan kuat, tentu tidak bisa menggunakan sembarang kayu. Bahan utamanya harus menggunakan kayu keras dan berkualitas bagus. Ada beberapa jenis kayu yang bisa dipilih, yaitu kayu besi, jati dan bangkirai. Kayu jenis ini memang tahan terhadap serangan rayap, namun harganya terbilang mahal.

Sebenarnya, Anda bisa juga membangun rumah kayu dengan bahan dari kayu jenis lain seperti kamper atau mahoni. Kayu jenis ini memang lebih murah, namun tidak terlalu tahan dengan rayap, meski sudah diberi antirayap.

Tips Memiliki Rumah Kayu

Rumah kayu cocok dibuat di daerah bersuhu dingin. Keunggulannya, untuk suasana sejuk akan terasa lebih hangat. Namun begitu, jika dibangun di kawasan perkotaan, akan menumbuhkan kesan unik, berbeda dari sekitarnya. Anda harus menggunakan pendingin, jika berniat membangun rumah berbahan kayu di kawasan perkotaan.

Untuk interior, sebaiknya minim sekat. Buatlah area terbuka untuk ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Gunakan furnitur untuk membatasi tiap area. Sesuaikan furniture dengan bahan atau warna interiornya.

Jika rumah kayu terbuat dari bahan kayu kelapa, maka furnitur dari kayu kelapa bisa menjadi pilihan. Jika dibuat dari kayu bangkirai, Anda bisa memilih furnitur dengan bahan jati atau kamper. Namun panduan ini bukan harga mati, Anda tetap bisa ‘bermain’ dengan selera, asal warna yang Anda pilih serasi.

Biasanya, rumah kayu berbentuk panggung. Sekedar antisepsis, karena bila langsung terkena tanah, rumah akan lembab dan sangat riskan terserang rayap. Ketinggian panggung untuk rumah berbahan kayu sekitar 50 cm dari permukaan tanah.

Namun, jika Anda menginginkannya tidak terlihat seperti rumah panggung, Anda bisa menutup bagian bawah panggung dengan batu bata. Tambahkan eksterior rumah dengan taman tropis, kolam serta gazebo.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Rumah Kayu

Tips merawat rumah kayu, anda harus melakukan finishing ulang tiap sekali dalam setahun, karena melamik yang melekat pada kayu biasanya akan pudar. Jika anda memiliki furniture dari kayu dan anda rajin merawatnya, maka anda harus rajin juga merawat rumah kayu ini.

 

Tips Memiliki Rumah Kayu

Artikel Terkait

Tentang Penulis: Lentera Rumah

Blogger yang suka menulis dan berbagi tentang properti dan lingkungannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *