Revolusi Gaya Arsitektur dalam Evolusi Kebudayaan


Karya arsitektur bisa menjadi alat ukur atau gambaran nilai kebudayaan dalam sebuah masyarakat. Perilaku masyarakat dan nilai kebudayaan menjadi gagasan yang diwujudkan dalam mendesain sebuah rancangan bangunan. Dengan demikian terdapat hubungan kebudayaan dengan arsitektur adalah perkembangan gaya dalam dunia arsitektur itu sendiri.  Berikut ulasan singkat revolusi gaya arsitektur dalam evolusi kebudayaan yaitu perkembangan berbagai gaya dalam dunia Arsitektur dalam kaitannya dengan perkembangan kebudayaan yang melingkupinya.

 

Revolusi Gaya Arsitektur

Arsitektur pada zaman pra-Yunani kuno kaya dengan mitologi dan seni karena berkaitan dengan kondisi bangsa Yunani saat itu. Banyak bangunan utama memiliki fungsi dan bentuk sebagai bagian dari ritual pemujaan. Ideologi kebudayaan masyarakat pra-Yunani kuno dalam upaya mendekatkan manusia terhadap mitos dewa-dewi alam semesta diwujudkan ke dalam konsep nilai estetika pada bangunan-bangunan megah dan besar.

Tahapan mitologi mulai ditinggalkan pada zaman Arsitektur Yunani kuno, beralih menuju tahapan filsafat ilmu. Pada masa ini ilmu ukur menjadi sangat penting dalam menentukan bentuk dan proporsi bangunan yang lebih banyak menggunakan rumus matemati dalam menentukan nilai estetika sebuah bangunan. Keindahan pada era ini tersirat dalam penggunaan proporsi golden section dan pemanfaatan efek distorsi mata untuk menciptakan kemegahan dan keindahan bangunan-bangunan utamanya.

Arsitektur pada abad pertengahan ditandai oleh pengaruh agama dalam masyarakat. Pada tahap ini Arsitektur gothic berkembang sebagai simbol cahaya dan pencerahan terhadap manusia. Ajaran gereja merupakan landasan ideologis mutlak. Manusia dan kehidupan duniawi cenderung terbelenggu sehingga satu-satunya yang dapat menolong manusia dari kegelapan adalah cahaya Tuhan melalui ajaran gereja yang direpresentasikan oleh adanya keindahan permainan cahaya dalam bangunan-bangunan bergaya gothic.

Revolusi gaya arsitektur dalam evolusi kebudayaan di era Renaissance merupakan masa peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern. Arsitektur Renaissance menggambarkan perjuangan lepas dari doktrin gereja. Ornamen-ornamen organis muncul sebagai bagian dari keindahan bangunan. Cahaya masih menjadi bagian dari keindahan bangunan, namun unsur-unsur duniawi juga muncul dalam bentuk detail-detail yang indah. Detail yang bersifat duniawi pada era pertengahan sangat dibatasi. Kemunculan detail ini dilandasi oleh ideologi untuk melepaskan diri dari doktrin gereja.

Pada zaman modern dimana cabang ilmu berkembang dengan sangat pesat seperti penemuan mesin, revolusi Industri dan penemuan material baru menimbulkan berbagai perubahan dalam masyarakat secara cepat sehingga perkembangan tersebut juga memunculkan  berbagai gaya dan aliran dalam dunia arsitektur sendiri. Minimalisme, fungsionalisme, industralisme dan rasionalisme merupakan gambaran adanya berbagai gaya arsitektur yang muncul pada zaman modern ini. Meski terdapat berbagai macam gaya arsitektur, kondisi kebudayaan masyarakatnya yang terbentuk tetap dalam koridor ideologi yang cenderung humanis, monoton dan rasionalis akibat perkembangan ilmu itu sendiri.

Baca juga: Arsitektur Art Deco Kebebasan Berekspresi

Zaman post-modern secara garis besar berusaha lepas dari batasan-batasan ketat yang ada pada zaman modern. Dekonstruksi, simbiosisme, eklektisisme, feminisme dan hibridisme memberi gagasan pada kebebasan dan kemajemukan. Meski diwarnai oleh berbagai nama gaya atau aliran, ternyata semua tetap merujuk pada pembebasan manusia yang pada era modern terbelenggu ketat oleh struktur-struktur konsensus dan makna tunggal.

Pada era post-modern ini filsafat strukturalisme hingga post strukturalisme menjadi landasan ideologi nilai-nilai budaya masyarakatnya. Arsitektur Barat dan Timur berkembang berbeda karena pengalaman dan  perkembangan filsafat ilmu, filsafat agama dan filsafat alam masing-masng wilayah ini memang berbeda. Dalam kasus era modern dan post-modern meski ditemukan berbagai macam gaya arsitektur yang muncul, namun memiliki landasan ideologis yang sama. Sehingga memunculkan berbagai gaya ini dalam telaah antropologi budaya hanya merupakan perubahan pada dua wujud lingkaran terluar pada kerangka kebudayaan, sehingga tidak menyentuh perubahan pada taraf ideologi dan konsepnya.

 

Revolusi Gaya Arsitektur dalam Evolusi Kebudayaan – Lentera Rumah

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *