Berapa Tarif Jasa Arsitek di Indonesia?


Sebelum mengetahui tarif jasa arsitek khususnya untuk tempat tinggal harus tahu terlebih dahulu lingkup kerja arsitek yang umumnya membuat desain dan gambar kerja bangunan untuk konstruksi, menyiapkan rencana anggaran dan biaya serta mendampingi pemilik dalam menentukan kontraktor dan pengawasan pekerjaan.

Tarif Jasa Arsitek di Indonesia

Meskipun ada patokan tarif resmi dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) namun tidak ada pakem yang baku, bisa saja berdasarkan kesepakatan bersama. Umumnya di Indonesia ada dua jenis tarif jasa arsitek yang lazim ditemui yaitu jasa design-bid-build dan design-build.

Jasa Arsitek Untuk Design-bid-build

Tahapan desain dilakukan secara terpisah dengan tahapan konstruksi. Arsitek biasanya akan membantu sampai mendapatkan gambar desain rumah yang dibutuhkan. Pekerjaan akhir yang didapat bukan sebuah bangunan melainkan sebuah dokumen yang bisa diteruskan ke jasa konstruksi.

Keuntungannya adalah bisa membandingkan penawaran rencana anggaran biaya yang dibuat oleh arsitek dan kontraktor sehingga akan mendapatkan harga yang terbaik. Namun dikarenakan berurusan dengan dua pihak berbeda maka ada kendala waktu.

Jasa Arsitek Untuk Design-build

Untuk jasa arsitek design-build lingkup yang dikerjakan adalah jasa perencanaan dan konstruksi berada dalam satu paket. Pengguna jasa akan mendapatkan pelayanan mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengurusan semua dokumen penting yang berkaitan dengan pengerjaan rumah.

Hasil akhir yang didapatkan adalah sebuah bangunan siap pakai, sesuai dengan perjanjian kesepakatan awal. Keuntungan dari jasa jenis ini adalah beberapa resiko seperti waktu dan biaya dapat ditekan terutama jika kontrak bersifat borongan.

Tarif Jasa Arsitek

Untuk tarif jasa arsitek bisa saja berbeda pada masing-masing kota atau wilayah. Selain itu juga dipengaruhi oleh pengalaman dan profesionalisme biro jasa arsitek. Biasanya tarif dihitung berdasarkan meter persegi, misalkan 10.000 rupiah/m2. Namun IAI mengeluarkan tarif resmi baik untuk bangunan hunian, perkantoran, sosial dan sebagainya, yang tentu saja fee-nya dapat berbeda.

Pengguna jasa arsitek harus mengerti apa saja pelayanan yang akan didapat dengan harga tersebut. Harga jasa 10.000 rupiah/m2 bisa saja akan sangat mahal jika ternyata produk akhir yang didapat hanya selembar gambar 3D hasil rendering, dibandingkan dengan 200.000 rupiah/m2 yang memberikan pelayanan lengkap dari desain sampai pengawasan.

Jika menginginkan performance dan umur bangunan semakin panjang, aspek profesionalitas arsitek menentukan. Dengan demikian setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dinikmati kembali secara maksimal.

 

Tarif Jasa Arsitek di Indonesia

Artikel Terkait

Tentang Penulis: Lentera Rumah

Blogger yang suka menulis dan berbagi tentang properti dan lingkungannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *